Bisnis Bimbingan Belajar Peluang Yang Tak Akan Pernah Mati

bisnis bimbingan belajarBimbingan belajar bagi murid sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas merupakan peluang bisnis yang tidak pernah akan mati. Peluang pasarnya terus terbuka lebar. Bahkan keuntungannya pun cukup menjanjikan.

Menurut pengamat pendidikan yang juga dosen di Universitas Bina Nusantara, Yakarta. Muhammad Qudrat Nugraha, bisnis bimbingan belajar bagi para orang tua ataupun siswa bersifat simbiosis mutualisme. “Kebutuhannya Sangat dibutuhkan karena para orang tua tidak sanggup mendampingi anak-anak mereka,” tutor akhir pekan lalu.

Alasan ketidak sanggupan mereka adalah, Qudrat melanjutkan, mata pelajaran dan sistem pengajaran disekolah berlangsung begitu cepat. Adapun orang tua yang sibuk mencari nafkah tak memiliki waktu luang untuk mengajari anak-anak mereka dirumah. Terlebih sistem belajar ataupun materi pelajaran juga jauh berbeda dengan pelajaran saat mereka sekolah.

Senada dengan Qudrat, pendiri sekaligus pengelola bimbingan belajar avisena di cipondoh, tanggerang, Talita Hanifah Nugroho, menyebut pasar bimbingan belajar ada dimana-mana. “Bahkan dilingkungan tempat tinggal kita pun ada pasarnya,” katanya kepada detik.

Talita tak menampik anggapan bisnis ini memberi keuntungan besar bila berjalan dengan baik, maklum untuk menjalankannya tidak dibutuhkan modal besar. Cukup sebuah ruangan, papan tulis dan satu set komputer berikut printer. “sementara untuk tutor atau pengajarnya kita tentukan honornya per jam mengajar, yaitu Rp. 25-30 ribu,” ujarnya.

Kepada siswa, lemaza bimbingan mengutip Rp. 100 ribu untuk pendaftaran dan Rp. 150 ribu untuk bulanan. Proses belajar dua kali pertemuan dalam sepekan dengan lama belajar 90 menit.

Proses belajar tersebut berlangsung selama satu semester atau enam bulan. Satu angkatan minimal terdiri atas 60 orang yang dibagi dalam tiga kelas, dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, matematika dan bahasa indonesia. “diluar mata pelajaran tersebut, peserta bisa menambah biaya tertentu, tapi untuk pekerjaan rumah kami bantu,” Talita memaparkan.

Manisnya laba bimbingan belajar juga ditawarkan oleh lembaga pendidikan Jarimatika. Bimbingan belajar matematika yang berdiri Sejak 2002 itu pada 2005 menawarkan sistem waralaba. “Investasi awal yang kami tawarkan Rp. 9.5 Juta” kata anggota pemasaran staff Jarimatika, Dadang Sudarto.

Dengan investasi sebesar itu terwaralaba akan mendapatkan paket pelatihan guru, peralatan belajar, spanduk, banner, dan baliho. “materi yang diberikan untuk 20 siswa selanjutnya harus beli,” ujar Dadang.

Menurut hitungan Dadang, dengan jumlah siswa 30-50 orang dan uang bulanan Rp 100 ribu, omzet yang dikantongi mitra mencapai 3-5 juta perbulan, keuntungan bersih yang diperoleh berkisar Rp. 1.8-3 juta.

Sementara, itu Talita menyebut dengan 50 siswa dan uang iuran bulanan Rp 150 ribu. Lembaganya mampu mebukukan omzet Rp. 7.5 Juta. Setelah dipotong honor untuk dua pengajar dan belanja berbagai keperluan lain, Talita mampu mengantongi laba bersih Rp. 3.7 Juta.

Kualitas Pengajaran Jadi Taruhan Bisnis Bimbingan Belajar

Jakarta – Meski potensi pasarnya besar, pemain pasar yang menggarap potensi ini juga tidak sedikit. Walhasil persaingan pun semakin ketat. “karena itu, para penyelenggara bimbingan pun di tuntut kreatif,” tutor pemerhati pendidikan Muhammad Qudrat Nugraha.

Talita Nugroho, pengelola bimbingan belajar avisena di Tanggerang, setali tiga uang. Menurut dia para pengelola dan pengajar dituntut untuk meningkatkan kualitas pengajaran, mulai cara penyampaian materi hingga format materi yang disajikan. “karena yang belajar adalah siswa sekolah dasar, materi harus disesuaikan dengan minat mereka,” katanya.

Meski begitu para pengelola juga harus mengikuti perkembangan silabus kurikulum disemua tingkatan sekolah. Namur yang tak kalah pentingnya adalah mencari lokasi yang pas untuk tempat bimbingan belajar, sekaligus mendekorasinya sedemikian rupa agar siswa tak jenuh karena merasa terus-menerus berada disekolah.

Menghitung laba Bisnis Bimbingan Belajar

I. Investasi
1. sewa temoat per tahun Rp. 4.000.000
2. Satu set Komputer dan printer Rp. 2.500.000
3. Meja, Kursi, papan Tulis Rp. 3.000.000
Total Investasi : Rp. 9.500.000

II. Biaya Operasional Per Bulan
1. Honor dua orang tutor, rata-rata perbulan : Rp. 3.000.000
2. Biaya Listrik Kebersihan Rp. 400.000
3. Alat tulis dan fotocopy Rp. 400.000
Total Pengeluaran : Rp. 3.800.000

III. Pendapatan
1. Uang bulanan 50 siswa @Rp. 150.000 : Rp. 7.500.000

Total laba :
Rp. 7.500.000-3.800.000 = Rp. 3.700.000

o Pendapatan Belem termasuk uang pendaftaran dari 50 siswa Rp. 100.000 x 50 = Rp. 5.000.000
o Bila uang pedaftaran untuk pengembalian investasi, dan saban bulan menyisihkan Rp. 2.000.000 investasi bakal kembali dalam waktu dua setengah bulan.